Sikap Masyarakat Labuhanbatu Terhadap Gerakan Politik dan Fundamentalis

Main Article Content

Indra Harahap
Nadiyah Putri Nazla

Abstract

Fundamentalisme bukanlah fenomena tunggal yang dapat ditemukan dalam tradisi keagamaan mana pun. Bisa jadi reaksi terhadap penindasan sosial, politik, atau bahkan budaya yang mengasingkan nilai-nilai spiritual keagamaan bahkan mencabut nilai-nilai agama dari kancah kehidupan modern dengan setumpuk isme oksident-sentris. Bisa juga muncul semata-mata karena paham keagamaan yang diyakini oleh sekelompok penganut agama terhadap doktrin kitab suci. Ia menggunakan metode subjektivis dan objektivis untuk memahami konstruksi fundamentalisme agama dan realitasnya.


Menurut pendekatan subjektivis, bekal pengetahuan berupa pengalaman, imajinasi, gagasan, interaksi, dan segala arketipe kehidupan mempengaruhi munculnya fundamentalisme agama di luar otoritas tekstual kitab suci yang diyakininya. Perspektif objektivis, di sisi lain, berpandangan bahwa fundamentalisme sebagai fenomena keagamaan dalam konteks Islam berkembang sebagai akibat pemahaman suatu kelompok bahwa Islam meliputi segala aspek (Islam syumul), dan harus diimplementasikan secara penuh di semua ranah dan ruang kehidupan. Jurnal ini menganggap agama mencakup masalah sosial, budaya, ekonomi, dan bahkan politik selain ritual seperti sholat dan puasa. Oleh karena itu, perlu dibentuk pranata sosial yang mampu menjamin penerapan syariat Islam..

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
HarahapI., & NazlaN. P. (2023). Sikap Masyarakat Labuhanbatu Terhadap Gerakan Politik dan Fundamentalis. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 3(3), 887-892. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v3i3.2892
Section
Articles