Menemukan Nilai-Nilai Kebermaknaan Hidup Melalui Profesi Guru Bimbingan dan Konseling

Main Article Content

Nining Mulyaningsih

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan efektif adalah dengan  mengintegrasikan tiga komponen sistem pendidikan yang meliputi komponen manajemen dan kepemimpinan, komponen pembelajaran yang mendidik, serta komponen bimbingan dan konseling yang memandirikan. Di tengah perhatian pemerintah semakin baik dalam mengokohkan keberadaan bimbingan dan konseling di instansi pendidikan, pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi tantangan tersediri bagi guru bimbingan dan konseling dengan kurangnya dukungan pihak manajemen dan pimpinan serta paradigm di mata siswa dan masyarakat. Lalu bagaimana guru bimbingan dan konseling menghadapi tantangan dan hambatan tersebut dalam memenuhi tuntutan tugas sebagai salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahu apa latar belakang guru bimbingan dan konseling  dapat bekerja sebaik mungkin ditengah tantangan dan hambatan yang dihadapi baik dari rekan kerja, siswa serta pihak pimpinan dan manajemen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Partisipan  terdiri dari  tiga  orang guru bimbingan dan konseling dengan masa kerja 6 tahun,11tahun dan 27 tahun. Hasil penelitian menunjukan ketiga partisipan  memiliki nilai-nilai dalam mencapai makna hidup. Baik melalui Creative values, Experiental Values dan Attitudinal Values


 Kata Kunci : Guru Bimbingan Konseling , Makna Hidup                     


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Mulyaningsih, N. (2022). Menemukan Nilai-Nilai Kebermaknaan Hidup Melalui Profesi Guru Bimbingan dan Konseling. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4(6), 1747-1760. https://doi.org/10.47467/reslaj.v4i6.1448
Section
Articles